Pages

Labels

Minggu, 16 November 2014

Bahaya Radiasi Alat Elektronik

 
Oleh : Hendy Kurniawan
Abstrak
            Perlu diketahui bahwa alat elektronik mengeluarkan radiasi yang tidak bisa kita hindari, mulai dari TV, mikrowave, komputer, dan lainnya. Semua alat elektronik mengeluarkan sejenis medan elektromagnetik (electromagnetic field atau EMF) yang merupakan salah satu jenis radiasi. EMF adalah jenis radiasi yang non-ionisasi, atau radiasi yang energinya bahkan tidak cukup untuk mengionisasi atom atau mengeksitasi elektron, berbeda dengan radiasi uranium, yang merupakan radiasi ionisasi. Radiasi tersebut jika terkena tubuh manusia, lama – kelamaan akan berdampak negatif bagi kesehatan. Untuk itu perlu diketahui cara meminimalisir radiasi tersebut dan juga perlu diketahui cara pakai alat elektronik dengan baik dan benar.
Kata Kunci : Alat elektronik, EMF, Radiasi, Dampak Negatif Radiasi
Pendahuluan
            Radiasi adalah setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Dewasa ini, alat elektronik sudah menjadi kebutuhan yang bisa dikatakan primer bagi para penggunanya. Namun, jika pengguna barang-barang elektronik tersebut terlalu lama, maka seseorang bisa terkena radiasi EMF dari barang-barang elektronik tersebut dan akan mempengaruhi kesehatannya. Peralatan elektronik rumah tangga yang digunakan umum setiap hari seperti handphone, komputer, televisi, mesin cuci, lemari es, bahkan pengering rambut, memiliki radiasi gelombang electromagnet dan dianggap sebagai “pembunuh” nyata yang semakin menakutkan.
Dampak Radiasi pada alat elektronik terhadap kesehatan
1.      LAPTOP
Laptop merupakan perangkat elektronik yang mengeluarkan sinar radiasi elektromagnetik. Saat ini laptop banyak dilengkapi dengan Wi-fi (wireless fidelity). Selain bermanfaat, wi-fi ternyata juga berdampak negatif bagi kesehatan kita. Berikut ini efek yang ditimbulkan :
a.      Menggunakan laptop diatas paha menyebabkan Kelainan kulit akibat panas / penyakit kulit akibat radiasi, juga dapat melemahkan sperma pria dan dapat menyebabkan kanker. Diperkirakan bahaya utama dari efek radiasi laptop adalah “radiasi thermal”. Gejala yang sering dikaitkan dengan akibat dari radiasi thermal dari laptop yaitu Mual, pusing, sakit kepala, kelelahan mata, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, insomnia, memori  penyimpangan, merasa sesak nafas, kecemasan dan depresi.
b.      Menurut Profesor Olle Johansson dari Karolinska Institute, efek radiasi diantaranya kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.

2.      KOMPUTER
            Radiasi komputer dapat mengakibatkan rabun mata, katarak, epilepsi. Efeknya baru dirasakan 15 atau 20 tahun kemudian. Efek tersebut merupakan proses yang terjadi secara  bertahap yang kebanyakan orang tidak menyadari bahwa resiko tersebut benar-benar bisa terjadi.
3.      HANDPHONE
            Efek radiasi dari Handphone menyebabkan penggunanya mudah mengantuk, susah tidur, menurunkan tingkat kecerdasan, mempengaruhi fungsi otak pada anak anak, pemicu kanker mulut, berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan, membuat tuli, mempengaruhi tingkat kesuburan pada pria,  penyebab infeksi mulut, peningkatan risiko autis pada anak, risiko stroke akibat  perubahan protein albumin serta mempengaruhi fungsi enzim dan protein, merusak DNA dan mengganggu perkembangan otak pada anak dan memicu tumor otak, membuat  pembuluh darah di leher menyempit sehingga meningkatkan tekanan darah, pemakaian  ponsel selama 35 menit dapat menaikan tekanan darah 5-10 mmHg.
4.      MICROWAVE
            Microwave mengeluarkan medan dengan frekuensi tinggi yang bisa dideteksi meskipun dalam jarak beberapa yard. Namun kebanyakan radiasi alat elektronik akan berkurang dalam jarak beberapa inchi. Jadi selama kita menjaga jarak yang cukup saat menggunakan alat-alat tersebut, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Di  balik kemudahan dan kepraktisannya, microwave ternyata menghasilkan radiasi yang  pada tingkat konsentrasi tertentu yang bisa merusak beberapa bagian tubuh yang sensitif. Meskipun Food and Drug Administration (FDA) dan beberapa ahli menyatakan radiasi dari microwave masih dalam batas aman, tetap saja ada risiko yang mungkin akan terjadi. Tiga risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh microwave : bersifat karsinogenik, gangguan pada sistem reproduksi manusia, dan dampak neurologis.
5.      TELEVISI
            TV radiasinya sangat rendah, tetapi bukan berarti tidak ada efeknya sama sekali. Gejala yang ditimbulkan adalah penglihatan yang mengabur, mata lelah, sakit kepala atau migran.

Cara Mengurangi Dampak Radiasi Gelombang Elektromagnetik
1.      Gunakan laptop atau alat elektronik lain se efisien mungkin.
2.      Jagalah alat elektronik seperti laptop dengan menggunakan tidak terlalu lama sehingga tidakterlalu panas.
3.      Jangan memangku atau meletakkan laptop diatas paha.
4.      Jaga jarak alat elektronik dengan tubuh kita. Idealnya, jarak minimal antara mata dengan komputer adalah 45 cm.
5.      Gunakan monitor LCD (liquid crystal display) dan screen filter untuk mengurangi radiasi komputer.
6.      Jangan letakkan handphone lama di dekat kepala.
7.      Bila bekerja dengan komputer, setiap ±30 s/d 50 menit istirahatkan mata selama 5 menit. Lihat tanaman yang berwarna hijau, lihat objek dengan jarak pandang yang berubah mulai dari yang terdekat sampai terjauh (lihat ke awan)
8.      Gunakanlah headset atau headphone atau earphone jika menelpon dalam jangka waktu lama.
9.      Rajinlah berolah raga.
10.  Pakailah meja sebagai alat meletakkan laptop saat bekerja dengan laptop tersebut.
11.  Berilah waktu istirahat kepada alat – alat elektronik anda, sehingga alat elektronik anda tidak rusak karena terlalu banyak digunakan.

Penutup
Memang bukan perkara yang mudah untuk menghindari radiasi pada alat elektronik, karena untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari  sudah tentu kita selalu dituntut untuk tetap menggunakan peralatan tersebut. Namun, masih ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untung mengurangi efek buruk dari radiasi. Rajinlah berolahraga, hindari penggunaan alat elektronik secara berlebihan. Rubahlah pola hidup, diantaranya dalam menonton TV / main playstation, dsb, jaga jarak minimal 3 meter. Jangan membaca sambil tidur / ditempat yang kurang pencahayaannya. Hal ini sangat penting ditanamkan sejak dini.

Daftar Pustaka
Alit Swamardika, 2009, Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik Terhadap Kesehatan Manusia, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran Bali.
Siswono, 2005, Gangguan Kesehatan akibat Radiasi Elektromagnetik, www.gizi.net.

Wisnu, 2000, Efek radiasi elektromagnetik ponsel, Jurnal Elektro Indonesia no.3 tahun 2000.

Selasa, 07 Oktober 2014

Rekayasa Keandalan

Setiap produk hasil manufaktur, apapun jenisnya, pasti akan mengalami kegagalan. Banyak hal yang mempengaruhi terjadinya kegagalan tersebut. Umumnya, kegagalan ini akan menyebabkan banyak sekali ketidak-nyamanan sebagai tambahan terhadap dampak ekonomisnya.
Namun, banyak pula kegagalan yang akibatnya lebih signifikan dari sekedar dampak ekonomis saja. Contohnya adalah meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger beberapa tahun yang lalu. Meledaknya Challenger ini diakibatkan oleh kegagalan dari komponen rubber O-rings yang digunakan untuk melapisi keempat bagian dari booster rockets. Kegagalan komponen ini berawal dari temperatur dibawah titik beku sebelum peluncuran yang berkontribusi terhadap kegagalan dimaksud dengan membuat rubber menjadi mengkerut. 
  Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa kegagalan bukan hanya berdampak terhadap ketidaknyamanan dan dampak ekonomisnya, tapi juga dapat menyebabkan kematian. Untuk itulah tugas kita sebagai seorang engineer untuk mempertimbangkan dan mengukur dengan baik produk kita agar meminimalisir kegagalan yang merugikan tersebut.
Berbagai penyebab dari kegagalan ini diantaranya :
1. engineering design yang buruk
2. konstruksi atau proses manufaktur yang salah
3. human error
4. perawatan yang jelek
5. pengujian dan inspeksi yang tidak mencukupi
6. penggunaan yang tidak tepat
7. kurangnya proteksi terhadap tekanan lingkungan yang berlebihan.
  Dengan hukum yang telah ada dan berbagai keputusan pengadilan terbaru, maka pihak manufaktur dianggap paling bertanggung jawab karena telah gagal mempertimbangkan dengan tepat keamanan (safety) dan keandalan (reliability) dari produk yang dihasilkan.
 
Keandalan (reliability) didefinisikan sebagai probabilitas bahwa suatu komponen atau sistem akan melakukan fungsi yang diinginkan sepanjang suatu periode waktu tertentu bilamana digunakan pada kondisi-kondisi pengoperasian yang telah ditentukan. Dalam pengertian lain, keandalan merupakan probabilitas dari ketidak-gagalan terhadap waktu.
 
Rekayasa keandalan (reliability engineering) merupakan elemen penting dari suatu industri, karena penerapan rekayasa keandalan dalam industri tersebut akan menjamin kualitas produk yang dihasilkan sehingga mampu bersaing di pasaran. 
Rekayasa keandalan (reliability engineering) berupaya untuk melakukan studi, karakterisasi, pengukuran, dan analisis terhadap berbagai kegagalan dan aktivitas perbaikan-kembali dari komponen atau sistem dalam rangka meningkatkan penggunaan operasionalnya. Peningkatan ini dilakukan melalui design life, eliminasi atau reduksi kemungkinan munculnya berbagai kegagalan dan resiko keselamatan, yang karenanya akan meningkatkan waktu pengoperasian yang tersedia. 
Tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai rekayasa keandalan adalah dengan memaksimasi kendalan produk, meminimasi variasi proses produksi untuk menjamin konsistensi keandalan produk, serta menggunakan variasi teknik keandalan yang besar 
Tahapan lain yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
•Penguraian dari struktur produk berdasarkan pendekatan terhadap berbagai fungsi yang harus dilakukan oleh produk, subsistem, dan tiap komponennya.  
•Penguraian dari arsitektur produk dalam bentuk komposisional dari konfigurasi berbagai komponen, secara serial atau paralel, yang membentuk produk bersangkutan. 
•Asesmen terhadap tingkat keandalan dari tiap komponen (reliability estimation) yang berdasarkan RBD pada tahapan sebelumnya akan menghasilkan estimasi dari tingkat keandalan produk (reliability prediction).
•Upaya peningkatan keandalan dari produk akan dilakukan dengan analisis statistikal terhadap karakteristik kegagalan pada tiap tahapan bathtub curve nya, yang kemudian bisa dioptimasi secara stokastik atau dengan simulasi monte-carlo.
•Perwujudan peningkatan ini bisa saja mengarah pada perlu diubahnya engineering design dari produk bersangkutan atau bahkan pada arsitektur produk tersebut. Ini tentu saja perlu dikaji kembali berdasarkan kelayakan secara teknis dan ekonomisnya.  
 
 
sumber :
http://paparisa.unpatti.ac.id/paperrepo/ppr_iteminfo_lnk.php?id=128
http://idrel.blogspot.com/2005/06/rekayasa-keandalan-produk.html
http://kangom.blogspot.com/2013/06/pengertian-keandalan-reliability.html